Tampilkan postingan dengan label Story in Awesome City. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story in Awesome City. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2012

S.IP laah!!

Wew!! Sudah lama tidak mampir, ternyata blog ini masih ada yaa.. Akibat tidak adanya kerjaan sehingga menyebabkan kebosanan yang menahun di dalam diri, akhirnya saya memutuskan untuk membuat posting ini. Tak ada tema sih.. Cuma sekedar mampir dan bertegur sapa saja. Terutama dengan "temen-temen" yang sangat rajin berkomen di kolom Chat. Kalo ditanya mereka siapa, *mboohh!* Actually saya juga tidak kenal. #jiah

Berbicara mengenai masalah menghilangnya saya dari dunia per-blog-an, bukan semata-mata dikarenakan kegiatan yang tidak berarti lho! Saya sibuk... Sibuk nyari gelar buat dipajang di undangan nikah. Dan itu tidak semudah mencari upil di lobang hidung. Antum-antum semua harus tahu bagaimana perjuangan saya menaklukkan "Datuak Maringgih," agar ia mau memberikan petunjuk kepada saya jalan ke Negeri China, untuk mencari "kitab suci." Tidak jarang, saat saya sudah mulai melangkah menapaki jalan yang saya anggap "benar", eh, terpaksa harus muter balik lagi dikarenakan menurut doi saya salah jalan. Bahkan terkadang, saat saya sudah mulai confused dan tidak tahu hendak ke mana, saya pun mulai bertanya ke mana harus melangkah. Tapi beliau malah berkata, "Kasih tau gak yaa?" *boong tapi.hehe.* Beliau memang selalu memberikan pencerahan kepada saya, tetapi sinarnya tidak selalu dapat ditemui. Selayaknya orang 'sakti,' di saat saya sedang membutuhkan "cahaya Ilahi," doi malah menghilang entah ke mana. Benar-benar limited edition!

Selain dengan "Datuak Maringgih," perjuangan terberat saya lainnya adalah menghadapi pertanyaan "kanjeng ratu" dan "paduka raja" yang hampir tiap hari nelpon buat nanyain, "Gimana 'kitab suci'nya? Sudah ketemu?" Terus terang ini menjadi dorongan (atau tekanan?) yang besar untuk segera mengakhiri perjalanan saya di kancah kemahasiswa-S1-an. Maklum, sebagai kakak pertama (berasa Sung Gok Kong), saya harus menjadi the first person yang menjalankan visi dan misi keluarga demi harkat dan martabat. #Ahee

Setelah melewati perjalanan yang berliku, berkerikil, dan terjal, akhirnya saya dapat menyelesaikan itu semua tanpa harus meminta pertolongan dari KIRANGGONG (Ahli Togel yang akhir-akhir ini sering mengirimkan sms promosinya kepada saya). FYI, saat ini Anda sedang membaca sebuah tulisan dari V*v*n L*z*th*, S.IP. Nothing special memang. Masih tetap dengan orang yang sama, tapi berbeda kegalauan. Yang dahulunya galau bagaimana cara mengakhiri (menyelesaikan) tugas kuliah, sekarang berganti dengan galau mencari-cari tugas (kerja.red).


 senyum lega pasca "pembantaian"

ceria bersama man-teman

Saya sadar bahwa sebuah akhir adalah permulaan. S.IP mungkin adalah akhir dari perjalanan hidup saya sebagai seorang mahasiswa S1 di Ilmu Komunikasi UGM. Tapi awal dari perjuangan untuk menapaki grade yang lebih tinggi lagi. Semoga dengan gelar S.IP ini, hidup saya juga semakin S.IP. S.IP karirnya, S.IP jodohnya, pokoke semua S.IP daah! :)

Rabu, 16 Juni 2010

Sweet “Family” in Awesome City

Tidak mudah memang membangun sebuah keakraban dan kebersamaan dalam sebuah perbedaan. Banyak rintangan yang datang ‘memeriahkan’ hubungan itu. Namun sebuah perbedaan akan terasa manis apabila kita mampu menjadikannya sebagai ‘bumbu’ di dalam kebersamaan. Karena perbedaan tidak selalu membawa kesengsaran.

Dan di “Awesome City” inilah saya belajar mengenai cita rasa perbedaan tersebut. Mengerti bahwa perbedaan tidak serta merta menjadikan kita terpecah belah. Mengerti bahwa perbedaan itu membuat hidup semakin berwarna. Mengerti bahwa perbedaan dapat membuat hubungan terasa dekat karena saling melengkapi satu sama lain. Dan mengerti bahwa perbedaan itu membuat kita menjadi lebih dewasa dalam bertindak.

Sebenarnya saya hanya ingin bercerita mengenai beberapa teman – dapat dikatakan dekat, sering berinteraksi dengan saya dalam satu dan lain hal – di “Awesome City” ini. Nggak begitu banyak sih!! Tapi lumayan lah… Yang jelas mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itulah sebelumnya saya membuat prolog mengenai “Perbedaan” tersebut. Saya mulai perkenalannya ya!?

1. Tina Tri Hantari a.k.a Teteh

Ini nih yang keibuan banget. Suka ngelonin, nasehatin, ngasih belanja (nggak segitunya kali! Hehe). Tapi kadang-kadang suka kebangetan. Apalagi kalau lagi diboncengin. Cewek yang satu ini nggak bisa diem, selalu jadi “sopir dua.” Bikin nggak bisa konsentrasi. “Eh, awas! Ada mobil di belakang. Eh, awas! Ke kiri dikit. Eh, awas. Anjingnya nyebrang. Eh, awas! Neneknya salto. Eh, awas!...” Huff..!! Capek banget boncengin anak KARAWANG satu ini. Jadi pengen nurunin di tengah jalan, terus dibiarin dilindes becak Mas Bejo.

Berbicara mengenai hobi, sepertinya cewek kelahiran 23 Desember 1989 ini senang bernyanyi, terkhusus nyanyi India. Kalau sudah cerita tentang India dan ke-Bollywood-an, hm, nggak bisa berhenti. Bisa-bisa nyampe tahun baru berikutnya. Kacau!! Pokoknya, TETEH…BOLLYWOOD ABIZ.

3. Amanda Kusuma W. a.k.a Mando

Cewek yang satu ini juga sangat amat tergila-gila dengan yang namanya KOREA, KOREA, dan KOREA. Selain itu dia juga sangat bercita-cita untuk study di luar negeri. Anak tunggal asal PASURUAN ini bahkan selalu mengupdate info-info mengenai segala hal berbau luar negeri.

Tidak ada yang aneh sih dari manusia kelahiran 5 Juni 1990 ini. Selain cegukannya yang khas banget. Saya tidak bisa menggambarkan detail kekhasannya di sini, karena… ya karena memang tidak bisa. (piye toh!) Dia juga sering ngeluarin suara-suara ‘aneh’ yang…. ya gitu deh. Susah diungkapkan dengan kata-kata manusia (sakit!). Kalau mau tahu, temui saja langsung.

3. Ditta Aprilia a.k.a April

Analisis saya mengatakan anak satu ini diberi nama ‘April’ karena lahir pada bulan April. Dan ternyata…, BENAR!!! Cewek asal SEMARANG ini lahir pada tanggal 11 April 1990. Sangat keranjingan dengan yang namanya FILM dan segala sesuatu tentang KOREA. Kalau dia udah cerita tentang film, bbbbeeehhh! Nggak bisa berhenti, bo’. Apalagi film korea, atau hal-hal yang berbau korea lah. Angkat tangan deh! (Nyerah). Kalau buat diskusi mengenai film, paling enak sama dia nih. Tapi kadang-kadang suka nggak nyambung juga sih. Sayanya yang bego’ atau dianya yang autis ya. (Kurang tahu!)

Bagi mereka yang baru pertama kali bertemu dengan April pasti akan mengira bahwa dia itu anaknya jutek. Padahal nggak juga sih!! Emang tampangnya aja yang jutek, tapi hatinya baik kok… HAHAHAHAHA. Walaupun kadang-kadang marmos juga sih. Dan saat penyakit marmosnya kambuh, sumpah! Nyebelin banget. Pengen tak tabokin tu anak. Anak siapa sih? HHHEHEHE.. (Pis, gan!)